SUAMIKU DIKIRA SOPIR, NYATANYA PENGUSAHA TAJIR (Cuplikan2)
Waktu kecil aku memang menyukai kisah Cinderella yang berubah menjadi putri cantik jelita. Berjodoh dengan pangeran. Namun aku tidak pernah berpikir jika semua cerita itu akan menjadi kenyataan seperti saat ini dan secepat ini.
“Tapi aku bukan Nia Ramadhani, Mike! Aku Sinta Nareswari yang segini adanya! Kho aku jadi gugup, ya! Aku takut membuat Ibu sama Mas Ashraf malu nantinya!” Aku menatap Mike dengan perasaan gamang.
“Tenang, Sis! Kamu sudah cantik hanya perlu sedikit polesan untuk membuatmu berubah menjadi bidadari! Serahkan pada Mike untuk mengubahmu nanti! Aku pastikan seluruh dunia akan terpana melihat kecantikanmu! Selama ada Mike, kamu tenang aja ya, Sist!” ucap lelaki itu sambil mengerjap-ngerjapkan bulu matanya yang lentik. Bulu mata palsu yang menurutku membuat penampilannya terlihat aneh. Aku hanya menunduk tanpa menjawab apapun.
“Take Care, Sis! Kita balik dulu!” ucapnya padaku.
“Heyyy satu lagi buat Rani sama Sindi," ucapnya lebih serius kali ini.
"Kalian kalau kerja yang bener! Tolong awasi para ART harian di sini! Mana bisa mereka menumpahkan cairan pencuci lantai di anak tangga! Jangan main-main dengan keselamatan keluarga Adireja! Kalau terjadi apa-apa dengan salah satu di antara mereka! Kalian harus bersiap-siap selamanya tidur di penjara, mengerti?!”
Lelaki bertulang lunak itu kali ini menghadap ke arah Rani dan Sindi. Kulihat wajah keduanya memucat dan kepala menunduk mendengarkan ucapan panjang lebar dari Mike. Dia ternyata bisa juga berkata tegas dan jelas seperti lelaki pada umumnya.
“Sisy! Kalau ada apa-apa … you call me saja! Ashraf sebentar lagi pulang! Aku sudah mengabarinya tentang kecelakaan tadi. Dia sudah meminta asistennya untuk mengurus penambahan unit CCTV di tempat-tempat yang tadinya tidak di pasang!” ucap Mike lagi sambil menepuk bahuku. Rupanya Mike benar-benar mencurigai adanya sabotase atas kecelakaanku hari ini.
“Makasih, ya Mike! Makasih, banyak!” ucapku menatapnya. Lelaki berpenampilan aneh itu ternyata memiliki jiwa menolong dan hati yang baik. Semoga suatu saat aku bisa menyadarkannya dan mengembalikan dia pada kodratnya.
Sepeninggal Mike, Rani dan Sindi pun undur diri dari kamarku. Kedua orang itu terlihat tidak nyaman setelah Mike memperingatkan mereka. Selama ini yang hapal seluk beluk dan titik-titik area yang di cover CCTV selain pemilik rumah memang termasuk mereka berdua. Apakah mungkin benar kecurigaan Mike terhadapnya?

0 Komentar